PEMATANGSIANTAR – Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar mulai mengambil langkah konkret untuk mengurai kesemrawutan lalu lintas di inti kota. Wali Kota Wesly Silalahi melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Junaedi Antonius Sitanggang SSTP MSi secara tegas menginstruksikan pengoptimalan Terminal Tipe A Tanjung Pinggir sebagai pusat operasional seluruh angkutan umum.
Hal tersebut ditegaskan dalam Rapat Optimalisasi Terminal Tanjung Pinggir yang digelar di Ruang Serbaguna Pemko Pematangsiantar, Rabu (29/01/2026).
Instruksi SOP Penindakan Terminal Bayangan
Sekda Junaedi Sitanggang menyoroti masih banyaknya Perusahaan Otobus (PO) yang membandel dengan menaikkan dan menurunkan penumpang di sembarang tempat atau “terminal bayangan”.
“Segera terbitkan Standar Operasional Prosedur (SOP) perihal penindakan terminal bayangan di inti Kota Pematangsiantar. Kita butuh langkah tegas agar ketertiban kota kembali terjaga,” ujar Junaedi dalam rapat tersebut.
Persiapan Jelang Idul Fitri
Kepala Dinas Perhubungan Kota Pematangsiantar, Drs. Daniel Hamonangan Siregar, melaporkan bahwa pihaknya telah bekerja ekstra sejak Desember 2025. Program pengawasan ini dipastikan akan diperpanjang hingga Maret 2026 guna mengantisipasi lonjakan arus mudik Hari Raya Idul Fitri.
“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Organda, dan mereka setuju untuk berkantor di lantai dua Terminal Tanjung Pinggir. Ini langkah awal agar seluruh ekosistem transportasi darat terpusat di satu titik,” lapor Daniel.
4 Poin Ultimatum Hasil Rapat
Rapat tersebut menghasilkan kesimpulan strategis yang akan segera dieksekusi di lapangan:
-
Surat Peringatan: Memberikan teguran keras bagi pengemudi bus yang melanggar rute.
-
Pendataan Pelanggar: Mendata kendaraan yang sengaja tidak masuk ke area terminal.
-
Edukasi Penumpang: Memberikan penjelasan kepada masyarakat agar terbiasa naik dan turun di lokasi resmi (Terminal Tanjung Pinggir).
-
Aktivasi Loket: Mewajibkan petugas loket segera menempati fasilitas yang tersedia di terminal agar calon penumpang tidak kecewa saat membeli tiket.
Langkah ini diharapkan dapat menghidupkan kembali denyut nadi Terminal Tanjung Pinggir sekaligus menghilangkan kemacetan yang kerap dipicu oleh aktivitas bus di badan jalan inti kota.(*)





