PEMATANGSIANTAR – Suasana haru menyelimuti kediaman keluarga Septiano Samuel Damanik (21) di Jalan Penyabungan, Kelurahan Simarito, Kamis (29/01/2026). Di hadapan Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi SH MKn, sang ibu, Diony Simanjuntak, meluapkan rasa syukur sekaligus harapan mendalam agar tragedi memilukan yang menimpa putranya tidak pernah terulang lagi kepada orang lain.
Sambil menahan emosi, Diony Simanjuntak menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran dan perhatian langsung orang nomor satu di Kota Pematangsiantar tersebut kepada Samuel, seorang penyandang disabilitas (tuna grahita) yang menjadi korban salah sasaran aksi main hakim sendiri.
Ungkapan hati Diony bukan sekadar ucapan terima kasih biasa, melainkan sebuah pesan kemanusiaan yang sangat kuat bagi seluruh masyarakat.
“Terima kasih Bapak Wali Kota dan Ibu yang sudah sudi datang melihat anak saya. Harapan saya hanya satu, saya sangat berharap ke depan tidak ada lagi kejadian seperti ini menimpa anak-anak lain. Jangan ada lagi Samuel-Samuel lainnya yang menjadi korban,” tutur Diony Simanjuntak dengan nada penuh harap.
Bagi Diony, melihat putranya yang memiliki keterbatasan harus menderita luka-luka akibat dituduh menculik anak secara membabi buta adalah pukulan batin yang sangat berat. Ia bersyukur kondisi Samuel kini mulai membaik setelah sempat mendapatkan perawatan intensif di RSUD dr. Djasamen Saragih.
Wali Kota Wesly Silalahi yang didampingi Ketua TP PKK Ny. Liswati Wesly Silalahi tampak tersentuh mendengar ungkapan hati sang ibu. Wesly langsung menyapa Samuel dan memberikan semangat agar siswa SLB tersebut lekas pulih dari trauma fisik maupun psikisnya.
Merespons jeritan hati sang orang tua, Pemerintah Kota melalui Kadis Sosial P3A, Agustina Bulan Lasma Sihombing, menegaskan bahwa Samuel adalah korban yang harus dilindungi.
“Anak ini (Samuel) memang ada keterbatasan, tetapi dia orang yang baik dan berada di tengah-tengah keluarga yang baik. Pemko hadir untuk memberikan kekuatan bagi keluarga dan Samuel,” tegasnya.
Kasus pengeroyokan terhadap Septiano Samuel Damanik yang terjadi pada Minggu (25/01) lalu menjadi pengingat pahit bagi warga agar tidak mudah terprovokasi hoaks. Kehadiran Wali Kota di rumah Samuel menjadi simbol bahwa negara hadir membela warganya yang lemah dan berkebutuhan khusus dari tindakan anarkis yang tidak berdasar. (*)





