SIMALUNGUN – Mantan Ketua DPRD Kabupaten Simalungun periode 2014-2019, Drs. Johalim Purba, angkat bicara menanggapi polemik pergantian nama Balai Harungguan Djabanten Damanik.
Dengan nada tegas, tokoh masyarakat Simalungun ini menilai langkah pemerintah daerah mengganti nama gedung tersebut dengan nama Tuan Rondahaim Saragih sebagai langkah yang kurang tepat dan tidak proporsional.
Menurut Johalim, gelar Pahlawan Nasional yang kini disandang Tuan Rondahaim Saragih memiliki marwah yang sangat besar, sehingga namanya sudah selayaknya diabadikan pada fasilitas infrastruktur berskala nasional, bukan sekadar menggusur nama tokoh daerah yang sudah ada.
Johalim Purba mengingatkan bahwa pemberian nama Balai Harungguan Djabanten Damanik oleh mantan Bupati Dr. JR Saragih adalah bentuk penghormatan tulus atas jasa seorang birokrat ulung.
Ia menyayangkan jika nama tersebut diganti tanpa adanya konsultasi dengan tokoh masyarakat maupun DPRD Simalungun.
”Pergantian nama itu tidak bagus, apalagi jika dilakukan tanpa koordinasi. Kita harus ingat, saat nama Djabanten Damanik diberikan, itu adalah bentuk penghargaan sejarah. Tidak elok rasanya jika sekarang harus dihilangkan,” ujar Johalim kepada media, Jumat (9/1/2026).
Sebagai solusi yang lebih terhormat, JP mengusulkan agar pemerintah daerah lintas wilayah bersatu untuk mengusulkan nama Tuan Rondahaim Saragih pada objek-objek strategis negara.
Johalim mendorong agar Jalan Nasional mulai dari Serdang Bedagai (Sergai), Tebing Tinggi, hingga Pematang Raya diubah menjadi Jalan Tuan Rondahaim Saragih.
“Bupati Simalungun harusnya berkoordinasi dengan Bupati Sergai Darma Wijaya, Walikota Tebing Tinggi Irdian Saragih, dan Walikota Pematang Siantar Wesly Silalahi untuk mewujudkan ini,” cetusnya.
Gagasan paling berani yang dilontarkan Johalim adalah mengubah nama Bandara Kualanamu menjadi Bandara Tuan Rondahaim Saragih.
“Apa salahnya Kualanamu diganti namanya? Secara sejarah, perjuangan Tuan Rondahaim mencakup wilayah Deli Serdang, Sergai, Langkat, hingga Aceh. Bupati-bupati di wilayah itu harusnya kompak mengusulkan ini ke pusat. Itu baru penghormatan yang layak untuk Pahlawan Nasional,” tegas Johalim.
Menempatkan Pahlawan di Level yang Tepat
Johalim Purba menekankan bahwa memperjuangkan nama Tuan Rondahaim di level nasional seperti bandara atau jalan antar kabupaten jauh lebih berwibawa daripada sekadar mengubah nama gedung di lingkungan kantor bupati.
”Intinya, sebagai penghargaan kepada Pahlawan Nasional, nama Tuan Rondahaim Saragih sebaiknya ditempatkan di objek yang berskala nasional. Itulah cara kita memuliakan pahlawan tanpa menghapus sejarah tokoh daerah lainnya,” pungkasnya. (ArD)





