SIMALUNGUN – Kebijakan Pemerintah Kabupaten Simalungun dalam mengubah nama gedung ikonik Balei Harungguan Djabanten Damanik menjadi Balei Harungguan Tuan Rondahaim Saragih menuai protes ker Masyarakat Simalungun Raya (PMS-R) secara resmi mendesak DPRD Simalungun untuk segera menggunakan Hak Interpelasi.
Langkah politik ini dinilai perlu diambil guna meminta penjelasan transparan dari pihak eksekutif terkait dasar hukum dan pertimbangan historis di balik pergantian nama tersebut.
Ketua PMS-R, Jamohon Sinaga, menegaskan bahwa Balei Harungguan bukan sekadar aset fisik berupa bangunan, melainkan simbol sejarah musyawarah adat dan identitas kolektif masyarakat Simalungun.
”Kami menilai pergantian nama tersebut menimbulkan pertanyaan serius. Proses pengambilan keputusannya bagaimana? Apa dasar hukumnya? Pertimbangan kultural apa yang digunakan pemerintah daerah?” ujar Jamohon dalam keterangannya, Senin (26/1/2026).
PMS-R mengingatkan DPRD Simalungun akan tanggung jawab konstitusionalnya dalam menjalankan fungsi pengawasan. Menurut Jamohon, kebijakan eksekutif yang berdampak luas dan menyentuh sensitivitas budaya harus melalui mekanisme yang terbuka, bukan diputuskan secara sepihak.
“Kami mendesak DPRD Simalungun agar menggunakan hak interpelasi untuk meminta penjelasan resmi dan terbuka dari pihak eksekutif. Pergantian nama ini tidak boleh dilakukan tanpa melibatkan masyarakat adat dan mempertimbangkan nilai sejarah Simalungun,” tegasnya.
Langkah interpelasi dipandang krusial untuk memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Simalungun tetap berjalan di koridor transparansi dan akuntabilitas. PMS-R berpendapat bahwa penghormatan terhadap kearifan lokal dan warisan budaya adalah harga mati dalam setiap kebijakan publik.
Di akhir pernyataannya, PMS-R mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh pemuda, hingga akademisi Simalungun, untuk merapatkan barisan mengawal persoalan ini. Hal ini dilakukan guna mencegah potensi perpecahan di tengah masyarakat sekaligus menjaga marwah budaya Simalungun agar tetap kokoh.(*)





