BEKASI – Komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar dalam memperluas inklusi keuangan generasi muda membuahkan hasil bergengsi di tingkat nasional. Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn menerima penghargaan Wilayah Implementasi KEJAR Terbaik Subkategori Kota/Kabupaten Regional Sumatera pada ajang KEJAR Award 2026.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, dalam rangkaian Puncak Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 yang berlangsung di Sekolah Rakyat Menengah Atas 13 Bekasi, Jawa Barat, Jumat (28/08/2026).
Pencapaian ini tertuang dalam Surat OJK Nomor S-534/EP.01/2026 sebagai pengakuan atas konsistensi Pemko Pematangsiantar menjalankan Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) secara masif dan berkelanjutan.
Wali Kota Wesly Silalahi menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada OJK serta seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam suksesnya program ini.
“Penghargaan ini merupakan motivasi bagi Pemko Pematangsiantar untuk terus memperluas akses literasi keuangan anak sejak dini. Melalui Program KEJAR, kami ingin membentuk karakter generasi muda agar disiplin, terbiasa mengelola keuangan secara bijak, dan tidak berperilaku konsumtif,” ujar Wesly.
Capaian Rekening Pelajar Siantar Meningkat Pesat
Penghargaan skala regional Sumatera yang diraih Pemko Pematangsiantar didukung oleh data pertumbuhan kepemilikan rekening tabungan pelajar yang meningkat signifikan dari tahun ke tahun:
-
Tahun 2024: 121.834 rekening dengan akumulasi Rp23,65 miliar.
-
Tahun 2025: 138.846 rekening dengan akumulasi Rp38,57 miliar.
-
Semester I 2026: 150.073 rekening siswa SD & SMP dengan akumulasi Rp26,59 miliar.
“Ke depan, kami terus memperkuat sinergi dengan OJK, perbankan, dan satuan pendidikan agar seluruh siswa di Kota Pematangsiantar memiliki rekening tabungan perbankan,” tegas Wesly.
OJK Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Pelajar
Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menekankan pentingnya menabung sejak dini sebagai investasi masa depan dan pembentukan karakter disiplin.
“Menabung tidak perlu menunggu uang banyak. Supaya uang menjadi banyak, kita harus memulainya dari sedikit demi sedikit secara konsisten,” tutur Friderica.
Hal senada disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono. Ia menyebut literasi keuangan berfungsi membentuk ketahanan finansial agar generasi muda terhindar dari budaya FOMO (Fear of Missing Out).
Turut hadir mendampingi Wali Kota Siantar dalam acara tersebut Kepala OJK Provinsi Sumut Triyoga Laksito, Kadis Pendidikan Sumut Alexander Sinulingga SSTP MSi, Kepala BPKPD Siantar Alwi Andrian Lumbangaol SSTP, Kabag Perekonomian & SDA Sari Dewi Rizkiyani Damanik SSTP MSP, serta Plt Kabag Prokopim Fadlan Syarkawi SSTP.






