SIMALUNGUN – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi PDI Perjuangan, Mangapul Purba, S.E., M.I.Kom, melaksanakan Reses II Masa Persidangan 2 Tahun Sidang 2025-2026 dengan turun langsung ke pelosok Kecamatan Silou Kahean, Jumat (6/2/2026).
Dalam kunjungan di dua titik lokasi berbeda tersebut, Mangapul menunjukkan sisi humanisnya dengan berbaur bersama masyarakat meski dihujani tuntutan keras terkait infrastruktur.
Mengawali kegiatannya di Nagori Sinasih, Mangapul Purba disambut hangat oleh tokoh masyarakat JW Saragih serta perangkat desa. Di sini, suasana berlangsung akrab di mana Mangapul duduk bersama warga untuk mendengar keluhan yang sudah menahun.
Selain jalan rusak sepanjang 8 KM dari Panduman ke Sinasih dan 3 KM dari nagori Damakitang ke Sinasih, warga mengeluhkan masalah listrik yang sering padam dan berdampak pada hilangnya sinyal komunikasi.
“Kami berharap Pak Mangapul tetap sehat agar terus menjadi tempat pengaduan kami. Kami butuh solusi untuk jalan dan jaringan kabel bawah tanah agar komunikasi kami tidak terputus,” ujar JW Saragih.
Berlanjut ke titik kedua di Nagori Mariah Buttu, suasana mendadak memanas namun tetap tertib. Di hadapan Mangapul, tokoh masyarakat Darmawan Purba secara terang-terangan meluapkan kekecewaan warga terhadap pemerintah daerah.
Warga dari tiga nagori (Buttu Bayu, Sinasih, dan Mariah Buttu) menyatakan telah siap melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor Bupati Simalungun jika jalan sepanjang 3 KM yang menghubungkan Sinasih ke Damakitang tidak segera diperbaiki.
“Kami sudah lelah, Pak Ketua. Kalau tidak ada realisasi, kami siap seruduk Kantor Bupati. Kami mohon Pak Mangapul membantu berkomunikasi dengan Pemkab agar jalan ini prioritas,” tegas Darmawan.
Melihat tensi tinggi tersebut, Mangapul Purba tetap tenang dan merakyat. Ia tidak membatasi pembicaraan warga, justru mengajak semua pihak untuk bersinergi.
”Mari kita sama-sama dalam membangun kecamatan ini. Saya tidak akan tinggal diam. Aspirasi dari Sinasih dan Mariah Buttu ini akan saya bawa ke provinsi, dan dalam reses ke tuha saya akan menemui Bupati Simalungun secara langsung. Saya akan mendesak agar anggaran APBD jatuh ke Silou Kahean karena ini adalah jalan kabupaten,” tutur Mangapul.
Tokoh masyarakat Sinasih, JW Saragih, memberikan apresiasi tinggi atas kesediaan Mangapul Purba yang mau duduk bersama hingga pelosok nagori.
”Kami mendoakan agar Bapak tetap diberikan kesehatan agar tetap menjadi tempat pengaduan masyarakat. Kami butuh figur seperti ini yang berani menjembatani kami dengan pemerintah kabupaten,” pungkas JW Saragih
Kegiatan reses di dua titik ini turut dihadiri oleh Camat Silou Kahean, Janopel Tanjung.
Pangulu Sinasih, Sahbudin Sinaga.Pangulu Mariah Buttu, Wan Feriandi Saragih. Pangulu Buttu Bayu, Sariman Sipayung. Kepala Puskesmas Sinasih, Paulina Aritonang, serta pengurus PAC PDI Perjuangan setempat.
Kehadiran Mangapul Purba di tengah masyarakat dua nagori ini menjadi bukti komitmennya sebagai wakil rakyat yang tidak hanya duduk di balik meja, tetapi berani menjemput bola demi kepentingan ekonomi dan kesejahteraan warga Silou Kahean. (ArD)





