SIMALUNGUN — Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kecamatan Silou Kahean, Kabupaten Simalungun, mulai bergelora. Mengusung tema besar nasional “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, segenap unsur pimpinan kecamatan (Forkopimca) bersinergi ketat mengawal persiapan fisik dan mental para calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).
Langkah awal ditandai dengan seleksi ketat terhadap siswa-siswi terbaik SMA Negeri 1 Silou Kahean pada Kamis (16/7/2026). Demi memastikan para calon pengibar bendera tampil prima, Puskesmas Nagori Dolok diterjunkan langsung untuk melakukan skrining kesehatan menyeluruh secara berkala.
Kepala Puskesmas Nagori Dolok, drg. Suka Dosriana Purba, menyatakan bahwa peringatan HUT RI ke-81 harus menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan para pahlawan. Salah satu caranya adalah dengan memastikan generasi penerus siap secara fisik untuk mengemban tugas negara.
“Sesuai dengan slogan nasional tahun ini, kedaulatan bangsa dimulai dari ketangguhan generasinya. Kami telah berkoordinasi intensif dengan ketua panitia untuk memastikan seluruh aspek kesehatan calon anggota Paskibraka ini terjaga dengan baik selama masa persiapan,” jelas drg. Suka Dosriana.
Di sisi lain, Kapolsek Silou Kahean AKP Edy Syahputra, SH.,MH menegaskan bahwa kedisiplinan dan ketahanan mental adalah kunci utama dalam proses seleksi ini. Pihaknya tengah mematangkan pembentukan formasi Paskibraka kecamatan.
“Proses seleksi ini merupakan kolaborasi erat antara jajaran Polsek, panitia kecamatan, dan pihak sekolah. Kami sangat mengapresiasi dukungan penuh dari Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Silou Kahean yang telah mengirimkan putra-putri terbaiknya untuk dididik menjadi benteng upacara kemerdekaan,” tutur AKP Edy.
Ketua Panitia HUT RI ke-81 Kecamatan Silou Kahean, Arifin Damanik, menekankan pentingnya gotong royong seluruh elemen masyarakat mulai dari ASN, perangkat desa (Pangulu), hingga pelaku usaha swasta—untuk menyukseskan perayaan tahun ini. Baginya, keadilan dan kemakmuran hanya bisa dicapai jika seluruh pihak saling mendukung.
“Hari ini kita tidak lagi dituntut untuk memegang senjata di medan perang. Tugas kita sebagai generasi penerus adalah mengisi kemerdekaan dengan persatuan. Mari kita tunjukkan bahwa lewat kerja sama dan kolaborasi, kita mampu mewujudkan cita-cita Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” tegas Arifin.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak, khususnya Puskesmas Nagori Dolok, yang telah menunjukkan aksi nyata dalam mendukung kelancaran persiapan upacara nasional ini. Sinergi ini diharapkan menjadi cerminan bahwa masyarakat Silou Kahean siap mengawal kedaulatan bangsa dari tingkat daerah.(Red)






