RAYA | Aroma kejanggalan dalam seleksi PPPK 2024 di Kabupaten Simalungun semakin menyengat. Dalam rapat lanjutan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Simalungun di Pematang Raya, Sabtu (14/03/2026), terungkap fakta adanya dua orang peserta PPPK yang mendadak mengundurkan diri.
Rapat yang dihadiri Sekda Mixnon Andreas Simamora , Kepala BKPSDM Jon Rismantuah Damanik, Inspektur Roganda Sihombing, serta Plt Kadis Kesehatan dr Debora dan sekretaris dinas Pendidikan Lingga Damanik berlangsung serius.
Plt Kadis Kesehatan, Debora, dalam penjelasannya kepada Pansus mengungkapkan bahwa dua orang yang mengundurkan diri tersebut memiliki latar belakang penempatan sebagai tenaga administrasi dari Dinas Pendidikan yang ditempatkan di Puskesmas Bosar Maligas dan pegawai dari Dinas BKKBN yang ditempatkan di Puskesmas Kecamatan Haranggaol.
Saat dicecar mengenai alasan pengunduran diri tersebut, Debora hanya menjawab singkat,
“Ijin Pimpinan, alasannya karena alasan pribadi pak keduanya” Kata Debora di depan Pansus.
Jawaban “alasan pribadi” tersebut tidak membuat anggota Pansus puas. Anggota DPRD Simalungun, Andre Andika Sinaga langsung bereaksi keras. Mereka meminta data lengkap kedua oknum tersebut segera dibuka secara tranparan.
“Kita perlu cek data kedua orang ini dan agar dapat dihadirkan nanti, Dari mana asal honornya, kenapa penempatannya seperti itu, dan apa sebenarnya yang terjadi di balik alasan pribadi tersebut,” tegas anggota Pansus.
Ketua Pansus, Erwin Parulian Saragih, menegaskan bahwa penyelidikan tidak akan berhenti di sini. Ia kembali menskor rapat dan memberikan instruksi tegas kepada Sekretariat dewan agar menyurati seluruh anggota Panselda tanpa terkecuali.
“Seluruh anggota Pansel harus disurati. Jangan ada yang ketinggalan. Hari Senin kita minta penjelasan menyeluruh,” tegas Erwin sebelum menutup rapat. (ArD)






