PEMATANGSIANTAR – Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi SH MKn, menekankan pentingnya melestarikan nilai-nilai kekeluargaan dan budaya Batak di tengah kemajemukan masyarakat. Hal ini disampaikannya saat menghadiri Partangiangan Syukuran Bona Taon Keluarga Besar Pomparan Op Baris Tampubolon di Jalan Siabal-abal, Kelurahan BP Nauli, Senin (23/03/2026).
Didampingi Ketua TP PKK, Ny. Liswati Wesly Silalahi, Wali Kota disambut hangat oleh keluarga besar marga Tampubolon. Dalam sambutannya, Wesly secara khusus memberikan apresiasi atas kehadiran tokoh nasional Nurdin Tampubolon yang pulang ke kampung halaman untuk mengikuti prosesi adat tersebut.
”Kehadiran Bapak Nurdin Tampubolon di tengah-tengah keluarga besar dan masyarakat menjadi kebanggaan tersendiri serta membawa sukacita bagi kita semua. Semoga kebersamaan ini semakin mempererat tali kekeluargaan dan menjadi penguat semangat untuk terus berkontribusi bagi tanah kelahiran,” ujar Wesly.
Bona Taon Sebagai Wujud Syukur
Atas nama Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar, Wesly menyampaikan rasa bangganya atas konsistensi keluarga besar Pomparan Op Baris Tampubolon dalam menjaga tradisi. Menurutnya, Bona Taon bukan sekadar seremonial tahunan.
”Acara seperti ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi momentum penting untuk memperkokoh nilai-nilai persaudaraan serta melestarikan adat dan budaya Batak yang kita cintai. Ini adalah wujud syukur kepada Tuhan sekaligus kesempatan untuk saling memaafkan dan memperbaharui semangat di tahun yang baru,” tuturnya.
Ajakan Membangun Kota yang Selaras
Dalam kesempatan tersebut, Wesly juga mengajak keluarga besar marga Tampubolon untuk terus menjadi teladan dalam menjaga persatuan. Ia berharap dukungan penuh dari masyarakat untuk mensukseskan visi pembangunan kota.
”Pemko Pematangsiantar sangat berharap dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga besar marga Tampubolon, untuk bersama-sama membangun Pematangsiantar menjadi kota yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras,” pungkasnya.
Acara berlangsung khidmat dengan nuansa kekeluargaan yang kental, diakhiri dengan doa bersama dan ramah tamah antar pomparan. (***)





