PEMATANGSIANTAR, Jurnalismewarga.id – Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi SH MKn, menegaskan peran strategis masjid dan musholla bukan hanya sebagai tempat ibadah, melainkan juga sebagai pusat silaturahmi dan benteng pertahanan generasi muda dari bahaya narkoba.
Hal tersebut disampaikannya saat menggelar buka puasa bersama pengurus Badan Kemakmuran/Kenaziran Masjid (BKM) serta Ormas Islam se-Kota Pematangsiantar di Rumah Dinas Wali Kota, Jalan MH Sitorus, Sabtu (14/03/2026).
Instruksi Ramah Pemudik
Menjelang momentum Idul Fitri, Wali Kota Wesly secara khusus meminta para pengurus BKM untuk membuka pintu masjid bagi para pemudik yang kelelahan.
“Saya meminta para BKM membuka masjid untuk para pemudik yang lelah agar dapat beristirahat. Pastikan kebersihan terjaga dan penerangan diperhatikan agar tercipta kenyamanan bagi saudara-saudara kita yang sedang dalam perjalanan,” ujar Wesly.
Siantar Peringkat 5 Kota Toleran
Dalam sambutannya, Wesly mengungkapkan rasa bangganya atas capaian Pematangsiantar yang menduduki peringkat kelima sebagai Kota Toleran di Indonesia. Ia menekankan bahwa prestasi ini adalah hasil kerja keras kolektif seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan ormas Islam.
“Masjid adalah wadah pendidikan generasi penerus. Saya mengajak para BKM untuk bergandeng tangan menjaga anak-anak kita dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Ini adalah tantangan kita bersama untuk menyelamatkan masa depan bangsa,” tegasnya.
Apresiasi dari Ormas Islam
Dukungan terhadap kepemimpinan Wesly mengalir dari para tokoh yang hadir. Sekjen PC NU, Lintong Sirait SPd, menyebut kegiatan ini sebagai konsep menebar kasih dan meneguhkan persaudaraan di bulan suci.
Senada dengan itu, perwakilan BKM Masjid Nurul Ikhwan Siantar Marihat mengapresiasi perhatian Wali Kota. “Kami akan gaungkan pesan toleransi ini ke seluruh musholla dan masjid di Siantar,” ungkapnya.
Kehadiran Tokoh Lintas Sektor
Acara yang diwarnai penyerahan cenderamata ini turut dihadiri Ketua TP PKK Ny. Liswati Wesly Silalahi, Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak, Pabung Kodim 0207/Simalungun Arjun Sidauruk, serta Sekda Junaedi Antonius Sitanggang.
Hadir pula tokoh ulama kharismatik seperti Ketua MUI Drs. HM Ali Lubis, Syekh DR. H. Ahmad Sabban El Ramaniy Rajagukguk MA, dan pimpinan berbagai organisasi besar mulai dari NU, Muhammadiyah, Al-Washliyah, hingga organisasi mahasiswa seperti HMI dan PMII. (RED)





