SIMALUNGUN – Jurnalismewarga.id | Teka-teki mengenai sejauh mana perkembangan kasus dugaan korupsi Pelatihan Ketahanan Pangan dan BUMNag Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Simalungun akhirnya terjawab. Kejaksaan Negeri Simalungun mengonfirmasi bahwa penyidikan kini sedang berjalan secara maraton dengan memanggil ratusan saksi.
Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri Simalungun, Yudhi Saputra, S.H., membenarkan bahwa tim Jaksa Penyidik terus melakukan pendalaman materi penyidikan. Pada Kamis (9/4), giliran jajaran pejabat kecamatan yang dipanggil ke kantor Kejaksaan.
“Bahwa benar, Jaksa Penyidik pada Kejaksaan Negeri Simalungun pada hari Kamis tanggal 9 April 2026 melakukan pemeriksaan terhadap 5 orang saksi yang terdiri dari Camat di Kabupaten Simalungun,” tegas Yudhi Saputra saat dikonfirmasi, Jumat (10/4).
Hingga saat ini, skala penyidikan kasus ini tergolong besar. Yudhi mengungkapkan bahwa sudah lebih dari seratus orang dimintai keterangan untuk mengumpulkan bukti-bukti kuat.
“Jumlah saksi yang sudah dilakukan pemeriksaan yaitu sebanyak 115 orang. Jaksa Penyidik akan terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi guna mengumpulkan bukti, sehingga ketika bukti sudah terpenuhi maka Jaksa Penyidik dapat menetapkan tersangka,” jelasnya.
Meski publik mendesak agar aktor di balik kasus ini segera diungkap, pihak Kejari Simalungun tampak sangat berhati-hati. Penentuan siapa yang akan bertanggung jawab secara hukum masih menunggu hasil perhitungan kerugian negara secara resmi.
“Untuk Kerugian Negara akan diinformasikan ketika sudah ada laporan hasil pemeriksaan (LHP) oleh Auditor Keuangan,” pungkas Yudhi Saputra, S.H.(ArD)






