SILOU KAHEAN, SIMALUNGUN – Gelombang persaudaraan dan gairah pelestarian budaya Simalungun menorehkan catatan sejarah baru di bumi Kecamatan Silou Kahean. Ribuan massa yang tergabung dalam Tumpuan Damanik Boru Panogolan (TDBP) memadati Lost Nagori Dolok, Kabupaten Simalungun, dalam rangka Pelantikan Serentak Pengurus Koordinator Desa (Kordes) TDBP se-Kecamatan Silou Kahean Periode 2026–2031 sekaligus ajang akbar Marsombuh Sihol (melepas rindu), Sabtu (16/5/2026).
Pesta adat dan organisasi yang berlangsung meriah. Anggota tumpuan marga yang hadir tampak anggun dan berwibawa dengan mengenakan pakaian adat lengkap; pengurus pria menggunakan Gotong (margo-tong) dan pengurus wanita mengenakan Bulang atau Gotong/Bulang Silappei, berpadu erat dengan ribuan kader yang mengenakan baju kaus putih khas kebanggaan TDBP.
Ketua Panitia Pelaksana yang juga merupakan Sekretaris DPC TDBP Silou Kahean, Arifin Damanik, menyatakan rasa haru dan bangganya atas antusiasme massa yang luar biasa dan membludak di luar prediksi awal panitia. Menurutnya, momentum ini menjadi pembuktian nyata bahwa eksistensi dan marwah marga Damanik di tingkat basis sangat solid dan mengakar kuat.
“Kehadiran ribuan saudara kita hari ini adalah bukti otentik bahwa garis keturunan Damanik Boru Panogolan memiliki komitmen tinggi untuk bersatu. Ini bukan sekadar seremonial pelantikan struktur organisasi, tetapi sebuah gerakan kultural untuk menjaga jati diri, menguatkan persaudaraan, dan menegakkan adat Simalungun di tanah leluhur kita,” ujar Arifin Damanik dalam laporan panitianya.
Acara ini terasa semakin sakral dengan kehadiran langsung Ketua DPW TDBP Siantar-Simalungun Satben Rico Damanik, beserta rombongan pengurus wilayah yang turun langsung ke tingkat basis untuk melantik secara resmi para pengurus Kordes terpilih dari berbagai nagori di Silou Kahean. Kehadiran jajaran SATBEN ini dinilai menjadi suntikan energi dan legitimasi kuat bagi pergerakan organisasi ke depan.
Melihat antusiasme ribuan pasang mata yang memadati lokasi, Ketua DPC TDBP Kecamatan Silou Kahean, Rodiaman Damanik, menyampaikan rasa syukur yang mendalam sekaligus memberikan arahan strategis yang tegas kepada seluruh pengurus desa yang baru dikukuhkan.
“Kehadiran ribuan massa yang memadati Lost Nagori Dolok hari ini adalah bukti nyata bahwa roh persaudaraan Damanik di Silou Kahean ini sangat hidup, kuat, dan tidak bisa digoyahkan. Kepada seluruh pengurus Kordes se-Kecamatan Silou Kahean yang baru saja dilantik, saya mengucapkan selamat menjalankan tugas. Ingatlah, jabatan ini adalah ladang pengabdian,” tegas Rodiaman Damanik.
Lebih lanjut, Rodiaman menginstruksikan Segera merangkul seluruh tumpuan Damanik Boru Panogolan di nagori masing-masing tanpa ada yang terpinggirkan.
“saya optimis TDBP Silou Kahean akan menjadi tumpuan yang mandiri, bermartabat, dan membawa dampak positif bagi kemajuan masyarakat. Satu darah, satu rasa, satu barisan!” tambahnya.
Kemegahan acara ini juga mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari unsur Pimpinan Kecamatan Silou Kahean. Terlihat hadir di lokasi acara Camat Silou Kahean Janopel Tanjung, Kapolsek Silou Kahean AKP Edy Syahputra, S.H., M.H., Danramil 19/Silou Kahean Kapten Inf. I. Nasution, UPTD Dinas Pendidikan Silou Kaheam, UPTD Kesehatan Puskemas Nagori Dolok serta seluruh Pangulu se Silou Kahean.
Tidak hanya dari internal, solidaritas lintas suku dan marga juga terlihat kental dengan kehadiran para pimpinan tumpuan marga sahabat, di antaranya pengurus Rungguan Purba Tambak, Tumpuan Saragih Simarmata, Tumpuan Saragih Garingging, Tumpuan Purba Pakpak, hingga Tumpuan Merga Silima. Kehadiran mereka menegaskan bahwa TDBP mampu menjadi perekat keharmonisan sosial di wilayah Simalungun terkhusus di kecamatan Silou Kahean
Setelah prosesi formal pelantikan selesai, suasana berubah menjadi sangat hangat, haru, dan emosional saat memasuki sesi Marsombuh Sihol, manortor riap dan menikmati Artis artis simalungun dan Lucky Draw.
Dengan suksesnya perhelatan akbar ini, TDBP Silou Kahean di bawah kepemimpinan Kordes yang baru dideklarasikan siap melangkah menjadi salah satu organisasi kemasyarakatan berbasis kultural yang paling diperhitungkan, mandiri, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan warga di pelosok nagori. (ArD)






