SIMALUNGUN – Kerusakan jalan di Kecamatan Silou Kahean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, bukan persoalan baru. Kondisi tersebut bahkan telah berlangsung sejak puluhan tahun lalu. Hal itu diungkapkan Kolonel Purn. James Sabar Mahita Damanik,S.Sos tokoh masyarakat sekaligus putra daerah Silou Kahean.
Dalam keterangannya, James mengenang kondisi jalan menuju Negeri Dolok yang menurutnya sudah rusak sejak dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), sekitar tahun 1970-an.
“Dari saya dulu SD, jalan tersebut rusak dan tidak pernah bagus,” ungkap James Sabar Mahita Damanik.
Pernyataan tersebut menggambarkan panjangnya persoalan infrastruktur jalan yang dihadapi masyarakat Silou Kahean. Kerusakan jalan tidak hanya mengganggu kenyamanan perjalanan, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas warga, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, serta pergerakan ekonomi masyarakat.
James Sabar Mahita Damanik merupakan purnawirawan TNI berpangkat kolonel yang memiliki pengalaman dalam berbagai organisasi kemasyarakatan dan kebangsaan.
Ia pernah menjabat sebagai Ketua PMS Kota Medan periode 2014–2019. Selain itu, saat ini dirinya tercatat sebagai Ketua Badan Koordinasi Wilayah Forum Kader Bela Negara Provinsi Sumatera Utara, Badan Pengawas PPAD (Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat),Sumut, serta kader Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya
(PPIR) Wilayah Sumatera Utara.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari latar belakang James sebagai tokoh masyarakat yang menaruh perhatian terhadap kondisi kampung halamannya, khususnya persoalan infrastruktur yang telah lama menjadi keluhan warga.
Selain menyoroti kerusakan jalan, James juga menyinggung potensi wisata alam Kawah Putih di Dolok Marawa, Kecamatan Silou Kahean.
Menurutnya, kawasan tersebut memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata alam. Pada masa lalu, Kawah Putih cukup ramai dikunjungi wisatawan. Namun, kondisi jalan yang rusak dinilai turut memengaruhi minat pengunjung untuk datang.
Padahal, apabila didukung akses jalan yang memadai, Kawah Putih berpeluang dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di wilayah tersebut.
Pengembangan wisata juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat, mulai dari usaha kuliner, perdagangan, hingga jasa yang mendukung kegiatan pariwisata.
Karena itu, persoalan jalan tidak semata-mata menyangkut infrastruktur, tetapi juga berkaitan dengan peluang ekonomi dan masa depan potensi wisata daerah.
Atas kondisi tersebut, James Sabar Mahita Damanik memohon perhatian pemerintah pusat agar turut mendorong perbaikan jalan di Kecamatan Silou Kahean.
Ia berharap pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten Simalungun dapat berkoordinasi sesuai kewenangan masing-masing untuk mencari solusi atas kerusakan jalan yang telah berlangsung lama.
Menurutnya, perbaikan jalan akan sangat membantu masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi dan pariwisata.
Masyarakat Silou Kahean pun berharap persoalan ini mendapat perhatian serius dan ditindaklanjuti melalui langkah nyata. Jalan yang layak merupakan kebutuhan mendasar yang menunjang mobilitas warga, pemerataan pembangunan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Bagi masyarakat Silou Kahean, perbaikan jalan bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan harapan untuk membuka akses yang lebih baik menuju pendidikan, pelayanan publik, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi.(ArD)
JURNALISMEWARGA.ID — Mencari Fakta, Melaporkan Peristiwa.






