SOLO — Keturunan Raja Purba dari Simalungun, Gomak Purba, melakukan kunjungan silaturahmi menghadap Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, di Solo, Kamis (13/8/2026). Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Jokowi selama satu dekade sekaligus menyampaikan aspirasi terkait percepatan dan keberlanjutan infrastruktur di Sumatera Utara.
Gomak menilai gaya kepemimpinan Jokowi yang dinilai berani mengambil keputusan, konsisten, serta berfokus pada pembangunan berdampak langsung masih sangat relevan untuk konteks kepemimpinan Indonesia saat ini.
“Kepemimpinan yang berani mengambil keputusan, fokus pada pembangunan, dan melihat kebutuhan masyarakat secara langsung tetap dibutuhkan Indonesia saat ini,” ujar Gomak Purba usai pertemuan.
Soroti Tol Medan-Parapat untuk Ekonomi Simalungun
Salah satu poin utama yang disuarakan Gomak adalah kepastian kelanjutan proyek jalan tol di Sumatera, khususnya ruas yang menghubungkan Medan, Pematangsiantar, hingga Parapat dan kawasan Danau Toba.
Menurutnya, konektivitas Siantar-Parapat memegang peran vital yang tidak sekadar berfungsi sebagai jalur transportasi, melainkan sebagai penggerak ekonomi daerah.
-
Sektor Pariwisata: Mempercepat akses wisatawan menuju Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba.
-
Efisiensi Logistik: Menurunkan biaya pengiriman barang serta memangkas waktu tempuh bagi pelaku usaha.
-
Penguatan Daerah: Mendorong daya saing sektor pertanian, perdagangan, dan investasi di Simalungun serta sekitarnya.
“Pembangunan jalan tol jangan hanya dilihat sebagai proyek konstruksi. Ini merupakan bagian dari strategi membuka akses ekonomi masyarakat,” tegas Gomak.
Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Pelestarian Budaya
Selain dorongan konektivitas, Gomak menekankan pentingnya menyelaraskan pembangunan modern dengan pelestarian identitas sejarah dan budaya lokal. Menurutnya, potensi besar Simalungun di bidang pertanian dan pariwisata harus dipandang sebagai bagian dari kekuatan pembangunan nasional.
Ia menyimpulkan bahwa konsep keberlanjutan pembangunan bukan berarti menjiplak seluruh kebijakan terdahulu, melainkan melestarikan program yang berhasil dan memperbaiki yang masih kurang.
“Pesan saya sederhana: pembangunan yang sudah baik jangan dihentikan. Lanjutkan, evaluasi, dan sempurnakan. Sumatera, khususnya Simalungun dan kawasan Danau Toba, harus mendapatkan konektivitas yang semakin baik,” pungkasnya.(*)






