SILOU KAHEAN – Kondisi infrastruktur jalan di Kecamatan Silou Kahean, Kabupaten Simalungun, kini menjadi keluhan utama masyarakat. Kerusakan jalan yang merata di sejumlah titik dinilai menghambat perputaran ekonomi dan mematikan potensi wisata andalan di wilayah tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah ruas jalan yang membutuhkan perhatian khusus meliputi jalan Nagori Sinasih menuju Nagori Damakitang sepanjang ± 5 kilometer, serta ruas Nagori Damakitang menuju Nagori Tani sepanjang ± 5 kilometer. Selain itu, kerusakan juga terlihat pada jalur Nagori Pardomuan Bandar menuju Nagori Simanabun sepanjang ± 3 kilometer.
Kerusakan paling parah terpantau pada ruas jalan Huta Nagori Asih, Nagori Dolok menuju Nagori Dolok Marawa. Padahal, Nagori Dolok Marawa merupakan lokasi objek wisata Cagar Alam Tinggi Raja atau yang populer disebut Kawah Putih.
Destinasi yang menawarkan pemandangan indah dan air panas alami ini sebenarnya memiliki daya tarik tinggi bagi wisatawan. Namun, akibat akses jalan yang hancur, kunjungan wisatawan merosot tajam karena kendaraan sulit melintas.
Salah seorang warga, Antoni Purba, mengeluhkan kondisi jalan utama yang menghubungkan Nagori Tani dan Nagori Damakitang. Menurutnya, jalur ini adalah akses vital bagi masyarakat yang ingin menuju Medan maupun Pematangsiantar.
“Rusak parah memang jalan ini, Bang. Untuk membawa hasil tani seperti sawit (TBS) maupun karet menuju Tebing Tinggi saja, kami butuh waktu hampir satu jam hanya untuk menempuh jarak 5 kilometer karena kondisi jalan yang sangat buruk,” ujar Antoni saat ditemui Jurnalismewarga.id, Selasa (30/4/2026).
Antoni sangat berharap Bupati Simalungun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) memberikan prioritas perbaikan pada ruas jalan tersebut. Menurutnya, jalan yang layak adalah kunci utama kesejahteraan petani dalam mendistribusikan hasil bumi.
“Saya secara pribadi, mewakili warga Silou Kahean, mendesak Bupati Simalungun agar segera memperbaiki jalan kami, khususnya jalur Nagori Tani menuju Nagori Damakitang. Jangan biarkan ekonomi kami terus terhambat karena infrastruktur yang terabaikan,” tegasnya.(ArD)






