PEMATANGSIANTAR | Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, SH, MKn, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana Perayaan Malam Cap Go Meh 2577 Kongzili yang digagas oleh DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Kota Pematangsiantar. Dukungan ini disampaikan saat menerima audiensi pengurus Walubi di Balai Kota, Selasa (24/02/2026).
Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua DPD Walubi Siantar Susanto, Sekretaris Chandra, dan Humas Nusalim.
Wujud Nyata Toleransi Beragama
Sekretaris Walubi, Chandra, menjelaskan bahwa meskipun Cap Go Meh jatuh pada Selasa (03/03/2026), perayaannya digeser ke hari Sabtu, 28 Februari 2026. Hal ini dilakukan untuk memberikan hiburan akhir pekan bagi warga sekaligus menghormati umat Muslim.
“Kami memulai acara setelah Sholat Tarawih sebagai bentuk penghormatan kepada saudara-saudari kita yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Pematangsiantar sebagai Kota Toleransi harus tetap kita jaga bersama,” ungkap Chandra.
Sebagaimana diketahui, tahun lalu Pematangsiantar meraih peringkat lima Kota Toleransi secara nasional dan peringkat pertama di Provinsi Sumatera Utara.
Atraksi Naga dan Barongsai di Jantung Kota
Rencananya, perayaan yang akan dimeriahkan dengan atraksi Naga dan Barongsai ini akan mengambil start di Jalan Merdeka, tepat di sekitaran Balai Kota. Selain sebagai hari besar keagamaan dan budaya, acara ini diharapkan menjadi magnet hiburan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Wali Kota Wesly Silalahi menyambut positif undangan Walubi dan menyatakan komitmennya untuk hadir. Suasana audiensi sempat mencair saat Wesly berkelakar mengenai permintaan khusus dari panitia.
“Terima kasih Walubi sudah mengundang saya. Malah katanya, saya diminta memegang kepala Naga,” ujar Wesly sambil tertawa renyah.
Wesly berharap kegiatan ini semakin mempererat silaturahmi antarumat beragama dan memperkokoh identitas Pematangsiantar sebagai rumah yang aman dan sejuk bagi semua etnis dan agama. (*)






