PEMATANGSIANTAR – Kebakaran hebat menghanguskan sedikitnya lima unit rumah toko (ruko) di kawasan padat Jalan Bandung, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar, Sabtu (22/08/2026) malam hingga Minggu (23/08/2026) dini hari.
Peristiwa amuk si jago merah tersebut dilaporkan mulai terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Api dengan cepat membesar melahap bangunan ruko yang menjual perabot rumah tangga, karpet, busa, serta bahan-bahan yang sangat mudah terbakar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Pematangsiantar Herri Okstarizal SH MH menuturkan, untuk memutus perambatan api, pihaknya menerjunkan armada penuh yang didukung oleh berbagai instansi.
“Kami menerjunkan 6 unit pemadam Disdamkarmat Pematangsiantar, dibantu armada dari Damkar Kabupaten Simalungun, unit pemadam PT STTC, serta water cannon Brimob. Total sebanyak 15 unit kendaraan pemadam dikerahkan di lokasi,” ungkap Herri.
Petugas berjibaku selama lebih dari tiga jam untuk membendung kobaran api yang menjulang tinggi disertai bubungan asap hitam pekat. Api baru benar-benar berhasil dipadamkan setelah penanganan ekstra ketat hingga dini hari.
Bahan Mudah Terbakar dan Kerumunan Warga Jadi Kendala
Kepala Seksi SDM Disdamkarmat Kota Pematangsiantar, Rencus Sitompul, menjelaskan bahwa banyaknya material mudah terbakar menjadi faktor utama cepatnya kobaran api merambat ke bangunan lain.
“Bahan yang tersimpan di dalam ruko dominan karet, lem, busa, dan material pembuat kasur. Selain itu, akses armada di lapangan sempat terhambat akibat banyaknya warga yang berkerumun menonton di sekitar lokasi,” terang Rencus.
Kobaran api sempat mengancam bangunan di sekitarnya hingga merembet ke arah Jalan Cipto. Berkat respons cepat dan lokalisir jalur api oleh tim gabungan, benteng perambatan berhasil ditahan sehingga tidak meluas lebih jauh.
Hingga proses pemadaman dan pendinginan selesai, Disdamkarmat memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa naas tersebut. Sementara untuk penyebab pasti kebakaran serta total kerugian materiil masih dalam proses penyelidikan dan pendataan oleh pihak kepolisian.






