SARIBUDOLOK, SIMALUNGUN – Bank Buana Agribisnis terus berkomitmen secara berkelanjutan untuk mendorong pemerataan akses keuangan bagi masyarakat, khususnya para petani dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Langkah nyata ini diwujudkan melalui gelaran kegiatan edukasi dan literasi keuangan bertajuk “Mengenal Sumber Pembiayaan UMKM yang Aman dan Produktif” yang dipusatkan di Kantor Pusat Bank Buana Agribisnis, Jalan Sutomo No. 46 Saribudolok, Rabu (20/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Bagian Marketing Bank Buana Agribisnis, Hotmaijon Manurung, memberikan arahan strategis langsung di hadapan 50 orang pelaku UMKM asal Saribudolok. Ia memaparkan bahwa meski akses layanan keuangan secara umum terus meningkat, namun kesenjangan di sejumlah daerah pedesaan masih kerap ditemukan.
Akibatnya, pelaku UMKM dan masyarakat kecil masih banyak yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan pembiayaan yang layak, aman, dan produktif.
Secara khusus, Hotmaijon juga menyoroti masih maraknya praktik rentenir di tengah masyarakat yang menawarkan pinjaman instan namun dengan jeratan bunga yang sangat tinggi.
“Kondisi (terjerat rentenir) inilah yang kerap membuat pelaku UMKM kita mandek, karena mereka terperangkap dalam lingkaran utang yang berat sehingga menghambat pertumbuhan dan peningkatan skala usaha mereka,” ujar Hotmaijon Manurung.
Di tempat yang sama, Direktur Utama Bank Buana Agribisnis, Riski Liando Saragih, dalam sambutannya menegaskan bahwa salah satu kunci utama untuk memperkuat fondasi ekonomi masyarakat adalah melalui peningkatan edukasi dan literasi keuangan yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
Menurut Riski, melalui pemahaman yang matang, masyarakat tidak hanya sekadar memiliki akses ke lembaga keuangan resmi, tetapi juga dibekali keterampilan nyata dalam mengelola modal usaha secara aman sekaligus produktif.
“Melalui tema edukasi dan literasi keuangan hari ini, kami ingin memastikan bahwa transfer pengetahuan ini tidak berhenti pada tataran teori saja. Kami mendorong para pelaku UMKM untuk memahami langkah konkret dalam memanfaatkan pembiayaan demi mengembangkan dan mengekspansi lini usaha mereka,” tegas Riski Liando Saragih.
Kegiatan berskala edukatif ini terasa semakin berbobot dengan kehadiran Komisaris Bank Buana Agribisnis, Pdt. Berlian Saragih. Ia turun langsung memberikan pembinaan serta motivasi kepada para peserta.
Pdt. Berlian menekankan pentingnya peningkatan efektivitas manajemen usaha, di mana pelaku UMKM dituntut cerdas dalam mengelola modal yang ada secara efisien guna meraup keuntungan yang optimal.
Secara terpisah, Direktur Bank Buana Agribisnis, Amelia Pramita Sinaga, menambahkan bahwa kegiatan literasi keuangan ini sengaja dikemas lewat konsep diskusi interaktif yang partisipatif. Format ini sengaja dipilih guna membuka ruang selebar-lebarnya bagi pelaku UMKM untuk berkonsultasi langsung dengan para praktisi perbankan terkait akses pembiayaan, strategi pengelolaan risiko usaha, hingga pengambilan keputusan bisnis yang terukur.
“Kegiatan ini merupakan representasi dari komitmen utuh Bank Buana Agribisnis untuk secara terus-menerus hadir memberikan pelayanan nyata di tengah-tengah masyarakat. Ini sekaligus menjadi bukti konkret bahwa Bank Buana Agribisnis kini tumbuh semakin dekat dan berakar kuat bersama masyarakat,” pungkas Amelia Pramita Sinaga. (ArD)






