SILOU KAHEAN, SIMALUNGUN – Puluhan warga Nagori Pardomuan Bandar mendatangi Kantor Pangulu (Kepala Desa) setempat, Sabtu (30/5/2026).
Kedatangan massa ini bertujuan untuk menyampaikan keresahan mendalam terkait maraknya aksi pencurian buah kelapa sawit milik warga yang terjadi di Nagori tersebut.
Salah seorang perwakilan warga, Juanda Saragih, mengatakan bahwa kehadiran mereka ke kantor desa sebenarnya untuk memenuhi undangan mediasi dari Pangulu Pardomuan Bandar, Juli Dariman Saragih, khususnya bagi warga yang menjadi korban pencurian sawit.
Juanda menyebutkan, warga selama ini sudah sangat resah dengan ulah salah seorang oknum warga berinisial T, yang diduga kuat sebagai pelaku pencurian kelapa sawit milik masyarakat. Alasan itulah yang mendasari rencana mediasi hari ini. Namun sayangnya, dalam agenda mediasi kedua ini, terduga pelaku justru mangkir dan tidak hadir di kantor desa.
“Kehadiran kami hari ini karena ada rencana mediasi antara korban dengan terduga pelaku untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. Kami masih menggunakan hati nurani dan tidak langsung melapor ke pihak yang berwajib,” kata Juanda.
Lebih lanjut, Juanda meminta pihak pemerintahan nagori untuk aktif membantu warga dalam mengantisipasi sekaligus memutus rantai pencurian sawit di nagori tersebut.
“Kami berharap Pangulu dan perangkat desa dapat bekerja sama dengan warga, terutama untuk mempertemukan kami dengan pelaku. Kehadiran kami ke kantor desa ini juga sebagai bentuk penghormatan terhadap jalur administrasi di tingkat nagori sebelum kami mengambil langkah hukum membuat laporan resmi ke kantor polisi,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Masni Sipayung (50) di hadapan Pangulu dan perangkat desa. Masni mengaku ladang sawit miliknya sudah berulang kali menjadi sasaran pencurian, sehingga ia merasa sangat dirugikan dan memilih hadir memenuhi panggilan Pangulu.
Masni mengungkapkan, setelah kasus dugaan pencurian ini sempat viral di media sosial, ada empat orang yang mendatangi rumahnya, termasuk terduga pelaku berinisial T.
Kedatangan mereka bertujuan untuk meminta maaf agar kasus tersebut tidak berlanjut ke ranah hukum. Namun, Masni secara tegas menolak permintaan damai secara sepihak tersebut. Ia menilai terduga pelaku harus meminta maaf secara terbuka kepada seluruh warga yang menjadi korban.
“Beberapa waktu lalu, mereka sudah datang ke rumah saya untuk meminta maaf. Tetapi saya katakan, yang kehilangan sawit di sini bukan cuma saya, masih banyak warga lain. Makanya kami berdiskusi dengan warga hingga disepakati adanya mediasi hari ini. Tapi nyatanya, saat ini terduga pelaku malah tidak hadir,” ungkap Masni.
Sementara itu, Pangulu Pardomuan Bandar, Julidariman Saragih, menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran puluhan warga yang datang untuk menyampaikan aspirasi dan keluhannya secara tertib.
Ia menegaskan, pihak pemerintahan nagori berkomitmen penuh untuk mendukung dan bekerja sama dengan warga demi mengantisipasi aksi pencurian di wilayahnya.
Juli Dariman membenarkan bahwa pertemuan kali ini merupakan upaya mediasi kedua yang dijadwalkan antara pihak korban dan terduga pelaku, meski yang bersangkutan kembali tidak hadir.
“Tadi saya sudah langsung memerintahkan Gamot (Kepala Dusun) untuk menjemput terduga pelaku ke rumahnya, namun yang bersangkutan sedang tidak ada di tempat. Pada prinsipnya, kami pemerintahan nagori siap melakukan tindakan terbaik demi menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan,” ujar Juli Dariman.
Di tempat yang sama, Jenni Purba selaku Gamot setempat, menegaskan bahwa pihak dusun sudah berupaya maksimal untuk memfasilitasi mediasi ini. Sebelum pertemuan hari ini digelar, dirinya sudah mendatangi terduga pelaku secara langsung guna memastikan kehadirannya.
“Kemarin saya sudah bertemu langsung dengan terduga pelaku dan dia menyatakan sepakat untuk hadir dalam mediasi hari ini. Makanya jadwal pertemuan ini ada karena sudah ada kesepakatan kedua belah pihak. Namun tadi saat saya jemput kembali ke rumahnya sebelum acara, yang bersangkutan sudah tidak ada di rumah,” ungkap Jenni Purba.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih berharap adanya itikad baik dari terduga pelaku berinisial T untuk menghadiri proses mediasi berikutnya. Warga menegaskan masih memberikan kesempatan terakhir bagi pelaku untuk meminta maaf dan menyelesaikan masalah secara kekeluargaan, sebelum persoalan ini resmi dilimpahkan ke pihak kepolisian. (ArD)






