SIMALUNGUN – Unggahan video siaran langsung di media sosial Facebook yang memperlihatkan warga mendatangi Puskesmas Sinasih, Kecamatan Silou Kahean, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara, mendadak viral pada Kamis (6/8/2026) malam sekira pukul 23.00 WIB. Dalam video tersebut, beredar narasi yang menyebutkan bahwa pelayanan puskesmas dinilai buruk dan tidak beroperasi.
Melalui rekaman di akun Facebook Jackson Crhistian Darmawan Purba, terlihat seorang anak dibawa oleh keluarganya untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, suasana memanas saat seorang pria menyampaikan kekecewaan dan mengklaim pihak puskesmas tidak melayani masyarakat.
Dalam video siaran langsung tersebut, tampak sejumlah warga berada di area puskesmas. Terdengar pula suara yang diduga pemilik akun mendesak agar fasilitas kesehatan itu ditutup.
“On ma puskesmas sinasih, tutup mando on langdong guna non, on ma mambela puskesmas sinasih (Inilah Puskesmas Sinasih, tutup saja ini, tidak ada gunanya, inilah yang membela yang salah),” ujar suara dalam video berdurasi singkat tersebut.
Tak hanya itu, seorang pria berkaos hitam dalam video juga berteriak dan menuding adanya kelangkaan obat-obatan di fasilitas medis tingkat pertama tersebut.
“Obat tidak ada di Puskesmas Sinasih, saya buktikan. Datang obat dari kabupaten dibagi-bagi orang itu, biar berobat kerumahnya” teriak pria tersebut.
Menanggapi tuduhan yang terlanjur meluas di media sosial, Kepala Puskesmas Sinasih, Paulina Aritonang, MKM memberikan klarifikasi tegas. Ia membantah keras tudingan yang menyebutkan puskesmas dalam keadaan kosong, tanpa petugas piket, maupun ketiadaan stok obat.
Paulina menjelaskan, pasien anak tersebut tiba di puskesmas dalam kondisi darurat kejang-kejang. Setibanya di lokasi, tim medis piket berjumlah 3 orang yang bersiaga langsung mengambil tindakan cepat.
“Pasien langsung ditangani oleh perawat piket dan diberikan obat. Setelah kondisinya membaik dari penanganan awal, pasien langsung kita rujuk ke salah satu rumah sakit di Tebing Tinggi,” kata Paulina saat dikonfirmasi via WhatsApp.minggu(9/8/2026) pukul 9.45 wib.
Lebih lanjut, Paulina sangat menyayangkan beredarnya narasi liar di media sosial yang dinilai berpotensi menyesatkan publik. Menurutnya, rekaman video yang diunggah justru secara tidak langsung memperlihatkan keberadaan tenaga kesehatan (nakes) yang sedang bekerja di tempat.
“Yang ada di video itu jelas terlihat ada 3 nakes di sana. Pasien diberikan obat dan kondisinya membaik sebelum akhirnya dirujuk,” tegasnya.
Atas timbulnya keraguan di tengah masyarakat, pihak Puskesmas Sinasih meminta agar oknum pengunggah dan penyebar informasi yang tidak benar tersebut segera menyampaikan klarifikasi terbuka, guna meluruskan fakta serta mencegah persepsi negatif terhadap pelayanan kesehatan masyarakat di nagori Sinasih.(ArD)






